PENDAHULUAN
1.
Latar belakang
Pada
bab ini akan dibahas beberapa aspek pengadministrasian. Yang dimaksud denqan
pengadministrasian tes dalam kaitan pembahasàn sekarang mi adalah pelaksanaan
tes mulai dan proses penyuntingan naskah tes, sampai dengan mengerjakan tes.
Langkah.-langkah itu meliputi penyuntingan tes, penggandaan naskah tes, pelaksanaan
tes. Selain itu dalam bab IV mi juga dibicarakan kekuatan dan keterbatasan
beberapa cam pelaksanaan tes dan beberapa media tes.
1.
Rumusan masalah
Berdasarkan
dari latar belakang maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
· Bagaimanakah
penyusunan perangkat tes?
· Bagaimanakah
pelaksanaan tes ?
1
2.
Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah maka
tujuannya adalah sebagai berikut:
· Siswa
dapat mengetahui penyusunan perangkat tes.
· Siswa
dapat mengetahui pelaksanaan tes.
2
PENGADMINISTRASIAN
TES
Pengadministrasian
tes adalah pelaksanaan tes yang dimulai dari proses penyuntingan naskah tes
sampai dengan proses mengerjakan tes. Pada bab ini akan dibahas langkah-langkah
yang akan dilakukan dalam proses pengadministrasian tes. Selain itu juga akan dibahas
pula kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam cara pelaksanaan tes dan
beberapa media tes tersebut.
A. PENYUSUNAN
PERANGKAT TES
Dalam
penyusunan perangkat tes yang akan digunakan, perlu mempertimbangkan dua hal
utama, yaitu :
a.
Penyuntingan Naskah Tes
Suatu naskah tes terdiri atas
beberapa butir soal. Dalam penyusunan butir tes haruslah mempertimbangkan
beberapa hal yang memungkinkan peserta tes dapat mengerahkan kemampuan
terbaiknya dalam mengerjakan tes tersebut sehingga dapat menjadi suatu perangkat
tes. Maka yang menjadi pertimbangan utama dalam penyuntingan tes adalah peserta
tes. Sehingga perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.
Tes bentuk objektif tidak
dilaksanakan secara lisan.
2.
Butir tes disusun berdasarkan pokok
bahasan awal hingga akhir.
3.
Tingkat kesukaran tes disusun mulai
dari yang termudah hingga yang tersulit.
4.
Butir tes yang setipe hendaknya
dikelompokkan dalam satu kelompok.
5.
Petunjuk pengerjaan tes ditulis
secara jelas.
6.
Penyusunan butir tes sebaiknya
diatur sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kesan berdesak-desakkan.
7.
Susunlah setiap butir tes sehingga
stem dan seluruh optionnya terletak dalam satu halaman yang sama.
8.
Letakkanlah wacana yang digunakan
sebagai rujukan satu atau beberapa butir tes di atas butir tes yang
bersangkutan.
9.
Hindarilah meletakkan kunci jawaban
dalam suatu pola tertentu.
b.
Penggandaan Naskah Tes
Dalam proses penggandaan tes
haruslah dapat menjamin kerahasiaan naskah tes, sehingga tidak akan mengganggu
konsentrasi peserta tes dalam melaksanakan tes. Penggandaan tes sebaiknya
terpisah antara lembaran tes dari lembaran jawaban. Beberapa petunjuk praktis
dalam penggandaan naskah tes, yaitu :
1.
Antar butir tes harus cukup
tersedia ruangan, sehingga tidak terkesan saling berdesak-desakan.
2.
Angka dan huruf yang disediakan di
depan alternatif jawaban harus sama dengan yang digunakan pada lembar jawaban.
3.
Untuk jenis tes menjodohkan, kedua
ko;om yang berisi tes / alternatif jawaban haruslah terletak dalam satu halaman
yang sama.
4.
Butir tes yang menggunakan wacana harus
terletak dalam satu halaman yang sama.
5.
Semua wacana, grafik, diagram atau
gambar yang digunakan sebagai landasan butir tes harus jelas.
6.
Jika naskah digandakan dalam jumlah
yang banyak, maka setiap naskah tes harus sama jelasnya.
B.
PELAKSANAAN TES
Dalam
pengadministrasian tes haruslah mempertimbangkan berbagai cara dalam pelaksaan
tes. Cara pelaksanaan tes tersebut meliputi :
a.
Open Books VS Close Books
Dalam melaksanakan tes hasil
belajar, seorang pengajar memiliki hak penuh untuk menentukan apakah para
peserta tes boleh melihat buku/ catatan dan menggunakan berbagai alat belajar
seperti tabel, kamus, kalkulator dan sebagainya atau tidak. Boleh atau tidak,
keduanya memiliki keuntungan dan kekurangan.
-
Keuntungan dari open books adalah :
1.
Para mahasiswa tidak terlalu tegang
dalam menghadapi atau mengerjakan soal.
2.
Para mahasiswa lebih cenderung
mengerjakan tesnya sendiri daripada harus menyontek kepada temannya.
3.
Para mahasiswa akan lebih rajin
dalam membuat catatan karena mereka akan sadar dengan kebutuhan catatan
tersebut.
4.
Para mahasiswa akan lebih terbiasa
mambaca buku.
-
Kekurangan dari open books adalah :
1.
Para mahasiswa mungkin saja akan
malas membaca buku/ catatan
2.
Mereka yang jarang membaca buku
akan kehabisan waktu ujian membolak-balik lembaran buku untuk mendapatkan
jawaban.
3.
Para mahasiswa cenderung akan malas
berpikir.
4.
Para mahasiswa yang catatannya
kurang akan dirugikan.
-
Keuntungan dari close books adalah
:
1.
Para mahasiswa akan terbiasa untuk
memahami isi buku/ catatannya.
2.
Para mahasiswa akan terbiasa
berpikir sendiri.
3.
Para mahasiswa akan terbiasa
membuat rangkuman.
-
Kekurangan dari close books adalah
:
1.
Akan membuat mahasiswa terdorong
untuk menyontek.
2.
Mahasiswa belum tentu terlatih
menggunakan buku catatan sebagai sumber belajar.
3.
Berkurangnya prinsip yang
mengatakan bahwa buku itu untuk digunakan bukan untuk dihafal.
b.
Tes Diumumkan VS Tes Dirahasiakan
Pelaksanaan tes dapat dilakukan
dengan memberi pengumuman lebih dahulu atau tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Para ahli psikologi pendidikan tidak dapat menyetujui adanya tes yang
pelaksanaannya tidak diumumkan/ dirahasiakan.
Ada beberapa kelebihan dari tes
yang diumumkan, yaitu :
1.
Dapat mengukur pengetahuan siap
yang dimiliki oleh mahasiswa.
2.
Dapat memotivasi usaha belajar.
3.
Dapat digunakan sebagai alat
peningkatan disiplin belajar.
Sifat rahasia atau terbuka itu
tidak hanya diterapkan pada pengadministrasian tes tetapi juga pada hasil tes.
Tes yang diumumkan dan dirahasiakan memiliki kekuatan dan keterbatasannya
masing-masing.
-
Kekuatan tes yang diumumkan adalah
:
1.
Akan memacu peserta tes untuk
tampil lebih baik.
2.
Akan membuat peserta tes dilayani
dan dihargai dengan baik.
3.
Akan menumbuhkan rasa kepercayaan
para mahasiswa terhadap lembaga pendidikan.
4.
Membuat para tenaga pendidik lebih
cermat mengoreksi dan memberi nilai kepada mahasiswa.
-
Keterbatasan tes yang diumumkan
adalah :
1.
Dapat membuat mahasiswa yang tidak lulus atau yang
mendapat nilai rendah merasa malu sehingga dapat menghapus motivasi belajar
mereka.
2.
Dosen yang tidak dapat mengumumkan
nilai mahasiswa tepat waktu akan mendapatkan cemoohan dari para mahasiswa.
3.
Memerlukan kemampuan administrasi
yang prima yang memerlukan fasilitas dan dana tambahan.
-
Kekuatan tes yang dirahasiakan
adalah :
1.
Tidak menuntut kemampuan
administratif yang prima dan mahal.
2.
Tidak akan mendapatkan
protes-protes dari para peserta didik.
3.
Jika dipandang perlu, maka nilai
seorang peserta tes dapat diputuskan dengan mengikutsertakan faktor-faktor non
tes.
-
Keterbatasan tes yang dirahasiakan
adalah :
1.
Tes akan dianggap tidak berguna
karena tidak komunikatif dengan para mahasiswa yang bersangkutan.
2.
Dapat membuat tenaga pendidik “main
hakim sendiri” tanpa diketahui oleh siapa pun.
3.
Para mahasiswa tidak merasakan
hasil jerih payahnya padahal hasil yang diperolah ini dapat memberi motivasi
yang sangat penting dalam proses belajar.
c.
Tes Lisan Atau Tes Tertulis
-
Kekuatan tes tertulis adalah :
1.
Kemampuan memilih kata-kata,
kekayaan informasi, kemampuan berbahasa, kemampuan memilih ataupun memadukan
ide-ide dan proses berpikir peserta tes dapat dilihat dengan nyata.
2.
Kemampuan-kemampuan yang dimiliki
oleh peserta didik seperti yang disebutkan diatas dapat dibandingkan antara
yang satu dengan yang lain.
3.
Dalam waktu yang relatif terbatas
dapat dilaksanakan tes yang terdiri atas sejumlah besar peserta tes sehingga
ekonomis.
4.
Memungkinkan dikoreksi oleh lebih
dari seorang korektor sehingga lebih objektif.
-
Keterbatasan tes tertulis adalah :
1.
Khusus untuk tes bentuk esai, tes
tertulis dapat menuntut tugas peserta tes yang lebih berat.
2.
Dalam hal tes bentuk esai, maka
ketunabahasaan akan merugikan peserta tes yang bersangkutan apabila masalah bahasa
diperhitungkan dalam memberi nilai.
3.
Yang bersifat massal itu biasanya
kurang baik dibandingkan dengan yang individual.
4.
Mahasiswa cenderung menuliskan
jawabannya secara panjang lebar.
-
Kekuatan tes lisan adalah :
1.
Dapat dilaksanakan secara
individual sehingga lebih cermat dan dapat dilakukan “probing” sehingga penguji
mampu mengetahui secara pasti dimana posisi hasil belajar peserta didik yang
bersangkutan.
2.
Kemampuan-kemampuan seperti yang
ada pada tes tertulis yang telah diuraikan diatas dapat dipantau secara
langsung oleh tenaga pendidik yang menguji.
3.
Melalui tes lisan dapat
memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah dan dialog aktif.
4.
Mahasiswa dapat mengungkapkan
argumentasinya secara lebih bebas.
-
Keterbatasan tes lisan adalah :
1.
Tidak ekonomis
2.
Jika yang melaksanakan tes hanyalah
satu orang, maka akan terjadi subjektifitas yang sukar dikontrol.
3.
Bagi peserta tes yang gagap karena
karena merasa tegang akan dirugikan dengan cara ini.
4.
Memungkinkan tenaga pendidik “main
hakim sendiri”.
d.
Tes Tindakan Atau Tes Praktek
-
Kekuatan tes tindakan atau tes
praktek adalah :
1.
Terjadinya pengecekan terhadap
terbentuk atau tidaknya keterampilan yang dirumuskan di dalam TIK.
2.
Membuat pergantian suasana sehingga
kejenuhan dapat dikurangi/ dihilangkan.
-
Keterbatasan tes tindakan atau tes
praktek adalah :
1.
Tidak semua bahan dapat diuji
praktekkan
2.
Tergolong mahal dan tenaga pendidik
dituntut lebih mampu dari mahasiswanya.
3.
Jika prakteknya tidak dalam keadaan
yang sesungguhnya maka mahasiswa cenderung akan main-main/tidak serius atau
sebaliknya.
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pengadministrasian tes adalah pelaksanaan tes
yang dimulai dari proses penyuntingan naskah tes, sampai dengan proses
mengerjakan tes. Langkah-langkah yang terdapat pada pengadministrasian tes
meliputi penyuntingan tes, penggandaan naskah tes, dan pelaksaan tes. Dalam
proses pelaksanaan dan penggandaan naskah tes terdapat beberapa hal yang sangat
perlu diperhatikan.
Pengadministrasian tes juga harus
mempertimbangkan berbagai cara dalam pelaksanaan tes. Cara pelaksaan tes
tersebut antara lain meliputi : open books vs close books, tes diumumkan vs tes
dirahasiakan, tes lisan atau tes tertulis, dan tes tindakan atau tes praktek.
Dalam tata cara pelaksaan tes tersebut terdapat kekurangan dan kelebihannya masing-masing.