Translate

Jumat, 17 Mei 2013

makalah evaluasi pembelajaran



 PENDAHULUAN

1.     Latar belakang
Pada bab ini akan dibahas beberapa aspek pengadministrasian. Yang dimaksud denqan pengadministrasian tes dalam kaitan pembahasàn sekarang mi adalah pelaksanaan tes mulai dan proses penyuntingan naskah tes, sampai dengan mengerjakan tes. Langkah.-langkah itu meliputi penyuntingan tes, penggandaan naskah tes, pelaksanaan tes. Selain itu dalam bab IV mi juga dibicarakan kekuatan dan keterbatasan beberapa cam pelaksanaan tes dan beberapa media tes.
1.     Rumusan masalah
Berdasarkan dari latar belakang maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
·       Bagaimanakah penyusunan perangkat tes?
·       Bagaimanakah pelaksanaan tes ?

1
2.     Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah maka tujuannya adalah sebagai berikut:
·       Siswa dapat mengetahui penyusunan perangkat tes.
·       Siswa dapat mengetahui pelaksanaan tes.

















2
PENGADMINISTRASIAN TES

Pengadministrasian tes adalah pelaksanaan tes yang dimulai dari proses penyuntingan naskah tes sampai dengan proses mengerjakan tes. Pada bab ini akan dibahas langkah-langkah yang akan dilakukan dalam proses pengadministrasian tes. Selain itu juga akan dibahas pula kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam cara pelaksanaan tes dan beberapa media tes tersebut.
A.  PENYUSUNAN PERANGKAT TES
Dalam penyusunan perangkat tes yang akan digunakan, perlu mempertimbangkan dua hal utama, yaitu :

a.     Penyuntingan Naskah Tes
Suatu naskah tes terdiri atas beberapa butir soal. Dalam penyusunan butir tes haruslah mempertimbangkan beberapa hal yang memungkinkan peserta tes dapat mengerahkan kemampuan terbaiknya dalam mengerjakan tes tersebut sehingga dapat menjadi suatu perangkat tes. Maka yang menjadi pertimbangan utama dalam penyuntingan tes adalah peserta tes. Sehingga perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.     Tes bentuk objektif tidak dilaksanakan secara lisan.
2.     Butir tes disusun berdasarkan pokok bahasan awal hingga akhir.
3.     Tingkat kesukaran tes disusun mulai dari yang termudah hingga yang tersulit.
4.     Butir tes yang setipe hendaknya dikelompokkan dalam satu kelompok.
5.     Petunjuk pengerjaan tes ditulis secara jelas.
6.     Penyusunan butir tes sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kesan berdesak-desakkan.
7.     Susunlah setiap butir tes sehingga stem dan seluruh optionnya terletak dalam satu halaman yang sama.
8.     Letakkanlah wacana yang digunakan sebagai rujukan satu atau beberapa butir tes di atas butir tes yang bersangkutan.
9.     Hindarilah meletakkan kunci jawaban dalam suatu pola tertentu.

b.    Penggandaan Naskah Tes
Dalam proses penggandaan tes haruslah dapat menjamin kerahasiaan naskah tes, sehingga tidak akan mengganggu konsentrasi peserta tes dalam melaksanakan tes. Penggandaan tes sebaiknya terpisah antara lembaran tes dari lembaran jawaban. Beberapa petunjuk praktis dalam penggandaan naskah tes, yaitu :
1.     Antar butir tes harus cukup tersedia ruangan, sehingga tidak terkesan saling berdesak-desakan.
2.     Angka dan huruf yang disediakan di depan alternatif jawaban harus sama dengan yang digunakan pada lembar jawaban.
3.     Untuk jenis tes menjodohkan, kedua ko;om yang berisi tes / alternatif jawaban haruslah terletak dalam satu halaman yang sama.
4.     Butir tes yang menggunakan wacana harus terletak dalam satu halaman yang sama.
5.     Semua wacana, grafik, diagram atau gambar yang digunakan sebagai landasan butir tes harus jelas.
6.     Jika naskah digandakan dalam jumlah yang banyak, maka setiap naskah tes harus sama jelasnya.



B.   PELAKSANAAN TES
Dalam pengadministrasian tes haruslah mempertimbangkan berbagai cara dalam pelaksaan tes. Cara pelaksanaan tes tersebut meliputi :
a.     Open Books VS Close Books
Dalam melaksanakan tes hasil belajar, seorang pengajar memiliki hak penuh untuk menentukan apakah para peserta tes boleh melihat buku/ catatan dan menggunakan berbagai alat belajar seperti tabel, kamus, kalkulator dan sebagainya atau tidak. Boleh atau tidak, keduanya memiliki keuntungan dan kekurangan.
-         Keuntungan dari open books adalah :
1.     Para mahasiswa tidak terlalu tegang dalam menghadapi atau mengerjakan soal.
2.     Para mahasiswa lebih cenderung mengerjakan tesnya sendiri daripada harus menyontek kepada temannya.
3.     Para mahasiswa akan lebih rajin dalam membuat catatan karena mereka akan sadar dengan kebutuhan catatan tersebut.
4.     Para mahasiswa akan lebih terbiasa mambaca buku.

-         Kekurangan dari open books adalah :
1.     Para mahasiswa mungkin saja akan malas membaca buku/ catatan
2.     Mereka yang jarang membaca buku akan kehabisan waktu ujian membolak-balik lembaran buku untuk mendapatkan jawaban.
3.     Para mahasiswa cenderung akan malas berpikir.
4.     Para mahasiswa yang catatannya kurang akan dirugikan.

-         Keuntungan dari close books adalah :
1.     Para mahasiswa akan terbiasa untuk memahami isi buku/ catatannya.
2.     Para mahasiswa akan terbiasa berpikir sendiri.
3.     Para mahasiswa akan terbiasa membuat rangkuman.

-         Kekurangan dari close books adalah :
1.     Akan membuat mahasiswa terdorong untuk menyontek.
2.     Mahasiswa belum tentu terlatih menggunakan buku catatan sebagai sumber belajar.
3.     Berkurangnya prinsip yang mengatakan bahwa buku itu untuk digunakan bukan untuk dihafal.
 
b.    Tes Diumumkan VS Tes Dirahasiakan
Pelaksanaan tes dapat dilakukan dengan memberi pengumuman lebih dahulu atau tanpa pemberitahuan sebelumnya. Para ahli psikologi pendidikan tidak dapat menyetujui adanya tes yang pelaksanaannya tidak diumumkan/ dirahasiakan.
Ada beberapa kelebihan dari tes yang diumumkan, yaitu :
1.     Dapat mengukur pengetahuan siap yang dimiliki oleh mahasiswa.
2.     Dapat memotivasi usaha belajar.
3.     Dapat digunakan sebagai alat peningkatan disiplin belajar.

Sifat rahasia atau terbuka itu tidak hanya diterapkan pada pengadministrasian tes tetapi juga pada hasil tes. Tes yang diumumkan dan dirahasiakan memiliki kekuatan dan keterbatasannya masing-masing.

-         Kekuatan tes yang diumumkan adalah :
1.     Akan memacu peserta tes untuk tampil lebih baik.
2.     Akan membuat peserta tes dilayani dan dihargai dengan baik.
3.     Akan menumbuhkan rasa kepercayaan para mahasiswa terhadap lembaga pendidikan.
4.     Membuat para tenaga pendidik lebih cermat mengoreksi dan memberi nilai kepada mahasiswa.

-         Keterbatasan tes yang diumumkan adalah :
1.     Dapat  membuat mahasiswa yang tidak lulus atau yang mendapat nilai rendah merasa malu sehingga dapat menghapus motivasi belajar mereka.
2.     Dosen yang tidak dapat mengumumkan nilai mahasiswa tepat waktu akan mendapatkan cemoohan dari para mahasiswa.
3.     Memerlukan kemampuan administrasi yang prima yang memerlukan fasilitas dan dana tambahan.

-         Kekuatan tes yang dirahasiakan adalah :
1.     Tidak menuntut kemampuan administratif yang prima dan mahal.
2.     Tidak akan mendapatkan protes-protes dari para peserta didik.
3.     Jika dipandang perlu, maka nilai seorang peserta tes dapat diputuskan dengan mengikutsertakan faktor-faktor non tes.

-         Keterbatasan tes yang dirahasiakan adalah :
1.     Tes akan dianggap tidak berguna karena tidak komunikatif dengan para mahasiswa yang bersangkutan.
2.     Dapat membuat tenaga pendidik “main hakim sendiri” tanpa diketahui oleh siapa pun.
3.     Para mahasiswa tidak merasakan hasil jerih payahnya padahal hasil yang diperolah ini dapat memberi motivasi yang sangat penting dalam proses belajar.

c.     Tes Lisan Atau Tes Tertulis
-         Kekuatan tes tertulis adalah :
1.     Kemampuan memilih kata-kata, kekayaan informasi, kemampuan berbahasa, kemampuan memilih ataupun memadukan ide-ide dan proses berpikir peserta tes dapat dilihat dengan nyata.
2.     Kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik seperti yang disebutkan diatas dapat dibandingkan antara yang satu dengan yang lain.
3.     Dalam waktu yang relatif terbatas dapat dilaksanakan tes yang terdiri atas sejumlah besar peserta tes sehingga ekonomis.
4.     Memungkinkan dikoreksi oleh lebih dari seorang korektor sehingga lebih objektif.

-         Keterbatasan tes tertulis adalah :
1.     Khusus untuk tes bentuk esai, tes tertulis dapat menuntut tugas peserta tes yang lebih berat.
2.     Dalam hal tes bentuk esai, maka ketunabahasaan akan merugikan peserta tes yang bersangkutan apabila masalah bahasa diperhitungkan dalam memberi nilai.
3.     Yang bersifat massal itu biasanya kurang baik dibandingkan dengan yang individual.
4.     Mahasiswa cenderung menuliskan jawabannya secara panjang lebar.

-         Kekuatan tes lisan adalah :
1.     Dapat dilaksanakan secara individual sehingga lebih cermat dan dapat dilakukan “probing” sehingga penguji mampu mengetahui secara pasti dimana posisi hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.
2.     Kemampuan-kemampuan seperti yang ada pada tes tertulis yang telah diuraikan diatas dapat dipantau secara langsung oleh tenaga pendidik yang menguji.
3.     Melalui tes lisan dapat memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah dan dialog aktif.
4.     Mahasiswa dapat mengungkapkan argumentasinya secara lebih bebas.

-         Keterbatasan tes lisan adalah :
1.     Tidak ekonomis
2.     Jika yang melaksanakan tes hanyalah satu orang, maka akan terjadi subjektifitas yang sukar dikontrol.
3.     Bagi peserta tes yang gagap karena karena merasa tegang akan dirugikan dengan cara ini.
4.     Memungkinkan tenaga pendidik “main hakim sendiri”.

d.    Tes Tindakan Atau Tes Praktek
-         Kekuatan tes tindakan atau tes praktek adalah :
1.     Terjadinya pengecekan terhadap terbentuk atau tidaknya keterampilan yang dirumuskan di dalam TIK.
2.     Membuat pergantian suasana sehingga kejenuhan dapat dikurangi/ dihilangkan.
-         Keterbatasan tes tindakan atau tes praktek adalah :
1.     Tidak semua bahan dapat diuji praktekkan
2.     Tergolong mahal dan tenaga pendidik dituntut lebih mampu dari mahasiswanya.
3.     Jika prakteknya tidak dalam keadaan yang sesungguhnya maka mahasiswa cenderung akan main-main/tidak serius atau sebaliknya.











PENUTUP

A.  KESIMPULAN

Pengadministrasian tes adalah pelaksanaan tes yang dimulai dari proses penyuntingan naskah tes, sampai dengan proses mengerjakan tes. Langkah-langkah yang terdapat pada pengadministrasian tes meliputi penyuntingan tes, penggandaan naskah tes, dan pelaksaan tes. Dalam proses pelaksanaan dan penggandaan naskah tes terdapat beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan.
Pengadministrasian tes juga harus mempertimbangkan berbagai cara dalam pelaksanaan tes. Cara pelaksaan tes tersebut antara lain meliputi : open books vs close books, tes diumumkan vs tes dirahasiakan, tes lisan atau tes tertulis, dan tes tindakan atau tes praktek. Dalam tata cara pelaksaan tes tersebut terdapat kekurangan dan kelebihannya masing-masing. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar